Selasa, 27 Desember 2011

Ku pejamkan mata ini saat ku rindu hadirmu
Maka tak sedetik pun bayangmu menghilang
Begitu hebatnya rasa yang Tuhan sedang titipkan
Untukku untukku untukku
Padamu padamu hanya padamu

reff:
Kau lebih dari sekedar bintang-bintang
Kau lebih dari sekedar sang rembulan
Bagiku kau ratu penguasa isi hatiku
Kau lebih dari sekedar bintang-bintang
Kau lebih dari sekedar sang rembulan
Ku pastikan aku selalu ada untukmu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Ku pejamkan mata ini saat ku rindu hadirmu
Maka tak sedetik pun bayangmu menghilang
Begitu hebatnya rasa yang Tuhan sedang titipkan
Untukku untukku untukku
Padamu padamu hanya padamu
repeat reff
Begitu banyak bintang berpijar menemaniku
Namun tak satupun terangi hatiku seperti, seperti hatimu
repeat reff
(bintang bintang sang rembulan
kau lebih dari bintang)

Sabtu, 10 Desember 2011

6 Faktor Penyebab Wanita 'Kabur' Saat Pendekatan


sob gue mpunya info nie ...
gini mas,  kadang saat pendekatan kita salah tingkah dan
membuat lawan wanita yang kita gebet kabur.

Kamis, 08 Desember 2011

beda ce n co










eee.....

bro type-type....
perempuan masa kini :

1. Tipe CPU:
Pintar, pemikir, tidak banyak bicara tapi mengerjakan banyak hal, (diam- diam tau-tau sudah 7… bulan).
2. Tipe Monitor:
Genit, senangnya diperhatikan, suka pamer, (padahal belum tentu yang dipamerin bagus).
3. Tipe Keyboard:
Senang dipegang, ditekan dan dipencet di berbagai lokasi (awas, salah tekan bisa hang )
4. Tipe Printer:
Aktif, ditekan sedikit geraknya banyak, kalau sedang dipakai berisik, (nggak cocok di rumah type 21 atau’ RSS, mengganggu tetangga).
5. Tipe Mouse:
Pas dan enak digenggam, dingin-dingin empuk!.
6. Tipe Windows:
Tampak luar bagus, dalamnya penuh bugs.
7. Tipe Linux-Console:
Tampak luar jelek, dalamnya ‘handal.’
8. Tipe XWindow:
Luar dalam bisa dihandalkan.
9. Tipe DOS:
Wajah tidak cantik, belum tentu hatinya baik!
10. Tipe UNIX:
Diam-diam, multi user.
11. Tipe PLC:
Badan besar dan kekar, Mampu bekerja di tempat kotor, 24 jam sehari, 365 hari setahun nonstop selama 30 tahun.
12. Tipe Windows NT:
Multi user, previlleges bisa costumized.
13. Tipe Windows Vista:
Selalu up to date, exclusive, nggak sembarangan terima pria, apalagi bajakan…
14. Tipe Windows 7:
Mirip dengan Windows Vista namun flexible, menerima laki-laki atau perempuan… yang penting kasih sayang…
Sumber : www.beritaunik.net/berita-lucu/tipe-wanita-berdasarkan-teknologi.html

Rabu, 07 Desember 2011

Cara menghasilkan uang lewat blog

1. Sell advertising.
2. Help sell others' products.
3. Solicit contributions.
4. Market your services in your blog.
5. Use a blog to deepen your existing customer relations. 
www.microsoft.com/business/en-us/resources/marketing/online-marketing/how-to-make-money-from-blogs.aspx?fbid=y2VqDaiWYIX

Selasa, 06 Desember 2011

Cinta Bersabarlah

Walau sehari ku tak berhenti
Untuk mencari bunga hati

Oh rasa cinta bersabarlah menantinya
Oh rasa cinta bersabarlah menantinya

Begitu lama aku mencoba
Dan sampai kini tak berdaya

Oh rasa cinta bersabarlah menantinya
Oh rasa cinta bersabarlah menantinya

Walau tak ku punya
Tapi ku percaya cinta itu indah
Walau tak terlihat
Tapi ku percaya cinta itu indah

Oh rasa cinta bersabarlah menantinya
Oh rasa cinta bersabarlah menantinya
Oh rasa cinta bersabarlah menantinya
Oh rasa cinta bersabarlah menantinya

Walau tak ku punya
Tapi ku percaya cinta itu indah

Alasan mengapa perempuan nangiss

yah kita ngak akan tau napa....? ini lah 6 perkara perempuan mengasis

 

1. Hormones (Hormon)

2. Manipulation (Manipulasi)

3. Sincere emotion (Emosi yg tulus)

4. Anger (Kemarahan)

5. Memories (Kenangan)

6. Turning on the waterworks (Membersihkan bola mata)

keterang baca di

http://www.askmen.com/dating/heidi_150/194_dating_girl.html

Putusin dong ah

 Ada yang berontak dalam hatikutiap denganmu trasa ada yang kaku
Bingung aku memikirkannya
ada apa dengan diriku ini

Tiap denganmu malah resah kurasa
tiap tanpamu bahagia yang ada
Bingung aku memikirkannya
bagaimana cara mengatakannya

Putusin aku dong say say say
Putusin aku dong yang yang yang
Putusin dong say putusin dong yang
Putusin dong say putusin dong yang
Putusin putusin putusin putusin dong ah!

Kau pikir aku slalu pikirkanmu
Kau pikir aku slalu rindukanmu
Kau yakin aku slalu mencinta
Nyatanya aku malah ingin pisah

Putusin aku dong say say say
Putusin aku dong yang yang yang
Putusin dong say putusin dong yang
Putusin dong say putusin dong yang
Putusin putusin putusin putusin dong ah!

Kalau kau sungguh sayang padaku,
satu hal yang aku minta
Please...

Putusin aku dong say say say
Putusin aku dong yang yang yang
Putusin aku dong coy coy coy
Puusin aku dong euy euy euy


Putusin dong mas
Putusin dong krak
Putusin dong brrrrrr...

Putusin dong ah!

Sabtu, 03 Desember 2011


semua tentangmu selalu membekas di hati ini
cerita cinta kita berdua akan selalu
semua kenangan tak mungkin bisa (ku lupakan ku hilangkan)
takkan mungkin ku biarkan cinta kita berakhir

reff:
ku tak rela, ku tak ingin kau lepaskan semua
ikatan tali cinta yang tlah kita buat selama ini

repeat *
repeat reff

aku di sini selalu menanti
ku takkan letih menunggumu
aku di sini (aku di sini) selalu menanti (selalu menanti)
ku takkan letih menunggumu (menunggumu)

repeat reff [2x]

Sabtu, 26 November 2011

Sejarah

Cikal bakal UIN adalah IAIN yang dibentuk oleh pemerintah pada tahun 1960 di kota Yogyakarta dengan nama IAIN Al Jami'ah al-Islamiah al-Hukumiyah, yakni gabungan dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) Yogyakarta dan Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) Jakarta. Sejak tahun 1963, berdirilah cabang-cabang IAIN yang terpisah dari pusat. Pendirian IAIN terakhir adalah IAIN Sumatera Utara di Medan pada tahun 1973.
Pada abad ke-21, sejumlah IAIN berubah nama menjadi universitas Islam negeri (UIN), karena memiliki fakultas dan jurusan di luar studi keislaman. IAIN Syarif Hidayatullah di Jakarta adalah IAIN yang pertama kali berubah nama menjadi UIN. Jika pada tahun 2000 tercatat masih terdapat 14 IAIN di Indonesia, saat ini 6 di antaranya telah berubah menjadi UIN.
Berikut adalah daftar UIN di Indonesia, dimana dahulu berstatus IAIN

Rabu, 26 Oktober 2011

n_n

q bingung mau nulis apa............
q ngak tau rus berbuat apa.........
apa yang ku inginkan ....................
satu yang pasti aku sayang dia

Sabtu, 22 Oktober 2011

BAB I
PENDAHULUAN

Dalam sejarah yang dipandang oleh umat Islam secara umum telah mapan, umpamanya dinamika cakupan al-Khulafa al-Rasyidin. Makalah ini menjelaskan mengenai sejumlah pendapat tentang pemimpin yang termasuk al-Khulafa al-Rasyidin.
Mengenai politik dan pemerintahan pada masa Khulafa al-Rasyidin dan kita juga bisa mempelajari peradaban dan kebudayaan pada masa Khulafa al-Rasyidin.
Muhammad saw di samping sebagai rasul juga sebagai kepala pemerintahan dan pemimpin masyarakat. Fungsi beliau sebagai kepala pemerintahan dan kepemimpinan masyarakat harus ada yang menggantikannya, selanjutnya pemerintahan Islam dipimpin oleh empat orang sahabat terdekat Rasul, kepemimpinan dari sahabat Rasul itu disebut periode Khulafaur Rasyidin (para pengganti yang mendapatkan bimbingan ke jalan yang lurus). Empat kholifah tersebut yaitu :
1. Abu Bakar Ash Shidiq 11-13 H / 632-634 M
2. Umar Bin Khatab 13-23 H / 634-644 M
3. Utsman Bin Affan 23-35 H / 644-656 M
4. Ali Bin Abi Thalib 35-40 H / 656-661 M

Masa Khulafaur Rasyidin adalah masa yang paling penting dalam sejarah Islam. Mereka
dapat menyelamatkan Islam, Mengkonsolidasikan dan meletakkan dasar bagi keagungan umat Islam. Khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq menyelamatkan umat Islam dari perpecahan karena masalah pergantian kepemimpinan setelah wafatnya Rasul.
Permasalahan yang pertama kali muncul sepeninggal Rasulullah adalah siapakah yang akan menggantikan beliau sebagai kepala pemerintahan dan bagaimana sistem pemerintahaannya. Masalah tersebut diserahkan kepada kaum muslimin Rasul mengajarkan suatu prinsip yaitu Musyawarah.
Kaum Anshar menekankan persyaratan jasa dan mengajukan Sa’ad Ibnu Ubaidah. Kaum Muhajirin menekankan pada persyaratan kesetiaan, mereka mengajukan Abu Ubaidah Ibnu Jarrah dari Ahlul Bait menginginkan Ali Bin Abi Thalib hampir saja terjadi perpecahan melalui perdebatan dengan beradu argumentasi, akhirnya Abu Bakar disetujui oleh jama’ah kaum muslimin untuk menduduki jabatan khalifah.
Umar bin Khatab ditunjuk oleh Abu Bakar, dan sudah dimintakan pendapat dan persetujuan para pemuka masyarakat pada saat mereka menegok dirinya yang sedang sakit. Tujuannya adalah agar tidak terjadi perpecahan.
Utsman dipilih dengan memilih enam calon yang sudah dipilih oleh Utsman saat menjelang ajalnya karena pembunuhan.
Ali bin Abi Thalib dipilih oleh kaum muslimin pada saat keadaan sangat kacau. Dengan pertimbanga jika tidak segera dipilih akan bertambah kacau, meskipun ada golongan yang tidak menyukai Ali, tetapi tidak ada yang mau diangkat menjadi Khalifah selama Ali masih ada, karena ada bintangnya Bani Hasyim.



1
BAB II
PEMBAHASAN

Cakupan al-Khulafa’al-Rasyidin

Sebuah riwayat yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw tersebut dikatakan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda :
“Umatku akan terpecah-pecah menjadi 73 golongan, semuanya akan ditempatkan di neraka, kecuali satu golongan saja.” Apa yang satu golongan itu ? Tanya seorang sahabat. Nabi saw menjawab : ‘Kelompok Ahlusunnah wal jamaah’. Sahabat bertanya lagi : ‘Siapakah mereka ?’ Nabi saw menjawab : ‘Mereka yang taat pada sunahku dan sunnah Al-Khulafa’al-Rasyidin.’
Pertama, al-khulafa’al rasyidin; dan kedua, al-khilafat. Akan tetapi, dalam sejarah pada umumnya tidak terdapat penafsiran tunggal yang dimonopoli oleh ulama atau aliran tertentu. Meskipun tidak menyebutkan nama penafsir, Jalal al-Din al-Suyuthi telah menangkap salah satu penafsiran mengenai cakupan Khilafat atau al-Khulafa al-Rasyidin, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali Ibn Abi Thalib. Ini adalah pendapat umum yang cenderung diterima oleh umat Islam secara umum. Tetapi, ada yang berpendapat bahwa yang termasuk Khulafah al-Rasyidin ada lima yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali Ibn Abi Thalib, dan Umar Ibn ‘Abd al-‘aziz. Menurut Jalal al-Din al-Suyuthi dan ulama pada umumnya berpendapat bahwa khalifah yang rasyidun ada empat : Abu Bakar, Umar Ibn, al-Khaththab, Utsman Ibn Affan, dan Ali Ibn Abi Thalib.

Kebijakan – Kebijakan Pemerintah
Maju mundurnya sebuah pemerintahan sangat bergantung kepada pemegang kekuasaan. Oleh karena itu, kualitas seorang khalifah memberi contoh tersendiri dalam menentukan kebijakan-kebijakan dalam berbagai bidang yang berhubungan dengan hajat hidup masyarakat yang dipimpinnya.

Kondisi Keagamaan Pada Masa Khulafa Al-Rasyidin
a. Memerangi Kaum Riddah
Kaum Riddah adalah kaum orang – orang murtad, dalam memeranginya, Abu Bakar As-
Shidiq membentuk sebelas pasukan, namun sebelum pasukan mendatangi kaum Riddah
terlebih dulu member seruan kepada mereka agar kembali pada ajaran Islam. Namun
tidak ada respon, terpaksa pasukan dikirim dan membawa hasil yang gemilang.

b. Pengelolaan Kas Negara
Dilakukan oleh Khalifah Umar Bin Khatab menata pemerintahan dengan membentuk departemen-departemen mulai diatur dan diterbitkan tentang pembayaran gaji dan pajak tanah. Membagi warga dalam dua kelompok yaitu muslim dan non muslim

c. Perluasan dan Pengelolaan Wilayah
d. Permberlakuan Ijtihad
e. Penataan Birokrasi Pemerintahan
f. Sistem Nepotisme

Jaih Muhbaroh Sejarah Kebudayaan Islam h.61 2
Sistem Pemerintahan Khulafa al-Rasyidin
A. Abu Bakar As-Shidiq
Sistem pemerintahan yang bersifat sentral yakni kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif yang terpusat pada pimpinan tertinggi.
Usaha-usaha yang dilakukan:
1. Mengirim pasukan dibawah pimpinan Usamah bin Zaid, untuk memerangi kaum Romawi.
2. Timbulnya kemunafikan dan kemurtadan hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa setelah Nabi Muhammad SAW.
3. Mengembangkan wilayah islam keluar Arab.
4. Penyelesaian Kaum Riddat dan Nabi Palsu.

B. Umar Bin Khatab
Lembaga legislatif dipisahkan dengan didirikannya lembaga pengadilan bahkan di daerah-daerah untuk keuangan Negara didirikan baitul mal.
Usaha-usaha yang dilakukan:
1. Khalifah Umar juga mengajak orang non Muslim berkonsultasi tentang sejumlah masalah kenegaraan.
2. penegakan hukum yang tidak memihak dan tidak pandang bulu.

C. Utsman Bin Affan
Melanjutkan sistem Umar dan mengalami kemakmuran, namun separuh terakhir muncul kekecewaan dan ketidak puasan dikalangan masyarakat karena mulai mengambil kebijakan yang berbeda dari sebelumnya yaitu mengangkat keluarganya (Bani Umayyah) pada kedudukan yang tinggi.
Usaha-usaha yang dilakukan:
1. Perluasan Wilayah.
2. Pembangunan Angkatan Laut.
3. Kodifikasi Al-Quran, Mushhaf Ustmani.

Siti Maryam, dkk, Sejarah Peradaban Islam Dari Masa Klasik Hingga Modern 3

D. Ali Bin Abi Thalib
Meneruskan cita-cita Umar dan Abu Bakar, mengikuti dengan tepat baitul mal dan mengembalikan semua tanah yang diambil oleh Bani Umayyah ke dalam perbendaharaan Negara.

Peradaban dan Kebudayaan Pada Masa Khulafah Al-Rasyidin
Peradaban Islam pada masa Khulafaur Rasyidin
1. Pembukuan Al-Quran
Setelah Rasul wafat dan Abu Bakar sebagai pengganti Rasul terjadi perang Yamamah, di dalam perang tersebut 70 sahabat penghafal Al-Qur’an telah meninggal. Umar Bin Khatab mengusulkan supaya Al-Qur’an segera dibukukan dikhawatirkan akan hilang, dan Zaid bin Stabit ditunjuk sebagai penulisnya.

2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan
a. Lahirnya Ilmu Qiro’at
b. Tafsir Al-Quran
c. Ilmu Hadist
d. Ilmu Nahwu
e. Ilmu Al-Quran
f. Ilmu Fiqh

3. Perkembangan Sastra
Ada dua pendapat tentang sastra

a. Sastra mengalami stagnansi karena perhatian yang lebih pada Bahasa Al-Qur’an sehingga sya’ir sastra kurang berkembang.
b. Al-Quran sebagai inspirasi untuk kegiatan sastra.

4. Perkembangan Arsitektur
a. Masjidil Haram
b. Masjid Nabawi
c. Masjid Al’atik











4
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

A. Sistem Pemerintahan Pada Masa Khulafa Ar-Rsyidin
Pemerintahan pada masa itu sudah berjalan bagus, mengikuti ajaran Nabi untuk bermusyawarah bahkan sudah memenuhi perundingan yang dikenal di dunia modern saat ini. Pemerintahan semakin lama semakin diperkaya dengan ide-ide dari masing-masing Khlifah dan juga menyesuaikan dengan masyarakat.

B. Peradaban dan kebudayaan Pada Masa Khulafa Ar-Rasyidin
Pada Masa itu selalu terjadi kemajuan baik ilmu pengetahuan Sastra/Arsitektur dan lain-lain.

Rabu, 19 Oktober 2011

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa